Membeli rumah pertama adalah salah satu momen paling penting dalam kehidupan pernikahan. Bagi suami istri baru, punya rumah sendiri bukan hanya soal tempat tinggal, tapi juga soal kemandirian dan awal perjalanan membangun masa depan bersama.
Namun, prosesnya seringkali penuh tantangan, mulai dari urusan finansial hingga kompromi selera. Maka dari itu, agar perjalanan membeli rumah pertama berjalan lancar tanpa drama, mari simak beberapa tips jitu yang bisa Homers ikuti di artikel ini!
Tips Jitu Suami Istri Baru Beli Rumah Pertama
Berikut adalah beberapa tips jitu suami istri baru beli rumah pertama, tanpa harus drama finansial.
1. Pastikan Pengeluaran dengan Teliti
Sebelum memutuskan membeli rumah, suami istri perlu membahas detail keuangan yang akan dikeluarkan untuk membeli hunian. Perhitungannya bisa mencakup uang muka, cicilan bulanan, pajak, bunga jangka panjang, asuransi, dan biaya lainnya.
Jangan langsung tergoda oleh penawaran cicilan bulanan yang tampak mudah tanpa mempertimbangkan beban tambahan yang mungkin muncul. Idealnya, total pengeluaran untuk rumah tidak melebihi 30% dari pendapatan Homers, atau dari gabungan pendapatan Homers dan pasangan.
2. Riset dan Bandingkan Sumber Pinjaman
Kemudian, riset dan bandingkan beberapa sumber pinjaman. Hal ini dilakukan untuk membantu Homers mendapatkan penawaran terbaik. Selain bank, Homers juga bisa pertimbangkan sumber pinjaman dari lembaga pembiayaan lainnya atau program pemerintah yang menawarkan bunga lebih rendah.
Seperti program Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Semakin banyak opsi yang dibandingkan, semakin besar juga peluang Homers mendapatkan cicilan yang ringan.
3. Pastikan Skor Riwayat Kredit Baik
Riwayat kredit yang buruk dapat menjadi penghalang besar dalam pengajuan KPR. Maka, pastikan semua cicilan atau utang sebelumnya dibayar tepat waktu agar skor kredit tetap tinggi.
Apabila ada tunggakan, segera selesaikan sebelum mengajukan pinjaman rumah. Ingat, pihak pemberi pinjaman akan melihat rekam jejak finansial Homers sebagai indikator kemampuan membayar di masa depan.
4. Jangan Lupa Baca Kontrak
Tips membeli rumah pertama selanjutnya untuk suami istri baru adalah jangan lupa membaca kontrak. Lihat dan pahami semua detail pentingnya, seperti bunga, biaya tambahan, dan ketentuan penalti.
Kesalahan memahami kontrak bisa berujung pada masalah hukum atau kerugian finansial. Jika ada istilah yang sulit dimengerti, jangan ragu untuk bertanya atau meminta bantuan konsultan hukum. Pastikan semua pasal sudah sesuai dan tidak memberatkan sebelum menandatangani dokumen.
5. Survei dan Pelajari Lingkungan Rumah

Harga rumah yang terjangkau belum tentu sepadan jika lingkungan sekitar tidak nyaman atau aman. Tinjau langsung lokasi untuk menilai ketersediaan fasilitas umum, kemudahan akses transportasi, serta tingkat keamanan di area sekitar rumah.
Kunjungi lokasi di waktu yang berbeda juga penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Misalnya, suasana saat pagi, siang, dan malam hari bisa sangat berbeda.
6. Jangan Lupa Perangkat Rumah
Sering kali, suami istri baru saat ingin membeli rumah pertama fokus pada bangunan utama dan melupakan perangkat rumah. Seperti AC, pompa air, atau peralatan dapur.
Padahal, biaya pembelian perangkat tambahan bisa cukup besar. Sehingga, Minkop sarankan untuk sisihkan uang Rp100 juta untuk mengisi rumah baru Homers.
7. Pisahkan Anggaran Pengeluaran
Setelah membeli rumah pertama, pengeluaran bulanan akan bertambah. Cicilan beli hunian, biaya perawatan, listrik, air, dan keamanan. Maka, pisahkan anggaran mulai dari sekarang untuk kebutuhan rumah dari anggaran kebutuhan sehari-hari.
Pemilahan anggaran ini membantu mencegah kebingungan dan mengurangi risiko dana terpakai untuk hal yang tidak direncanakan.
8. Jangan Menunggu Pasar Turun
Tips membeli rumah pertama untuk suami istri baru adalah jangan menunggu pasar turun. Pasalnya, harga properti cenderung naik dari tahun ke tahun. Menundanya terlalu lama justru bisa membuat harga rumah semakin jauh dari jangkauan Homers.
Jika sudah memiliki dana dan menemukan rumah yang sesuai, sebaiknya segera ambil keputusan. Ingat, rumah yang baik dan harga pas jarang bertahan lama di pasaran.
9. Jangan Terpaku Rumah Besar
Rumah besar memang terlihat menggiurkan, tetapi harganya tentu lebih mahal, baik dari sisi pembelian maupun perawatan. Untuk rumah pertama, fokuslah pada kebutuhan nyata, bukan sekedar gengsi.
Dengan memilih rumah yang ukurannya sesuai kebutuhan, suami istri bisa mengalokasikan sisa dana untuk renovasi, perabotan, atau investasi lainnya.
10. Hindari Emosi Saat Memilih
Tips terakhir adalah hindari emosi saat memilih rumah pertama. Jangan terpikat oleh halaman belakang yang bagus, cat yang menarik, atau hal lain yang sifatnya personal tanpa pertimbangan yang matang.
Sebab, keputusan emosional itu bisa berakhir pada penyesalan jika rumah tidak sesuai harapan. Gunakan logika dan data sebagai dasar memilih rumah. Pertimbangkan harga, lokasi, fasilitas, dan potensi kenaikan nilai properti, bukan hanya penampilan fisik bangunan.
Membeli rumah pertama adalah langkah besar bagi pasangan suami istri baru. Dengan perencanaan yang matang, riset yang cukup, dan pengelolaan emosi, propers ini bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bebas drama.
Jika Homers dan pasangan sedang mencari rumah pertama di pinggiran kota Jakarta, hunian karya Gethome bisa menjadi pilihan ideal. Selain harga yang kompetitif dan cicilan ringan, Gethome juga menghadirkan lokasi strategis, lingkungan nyaman, dan kualitas bangunan yang terjamin.
Lihat langsung pilihan huniannya di website Gethome, buat janji temu, dan kunjungi marketing gallerynya. Buat rasakan tinggal di hunian yang strategis dan lingkungan nyaman.
Nantikan insight menarik lainnya seputar news, properti, konstruksi, arsitektur, dan finansial di blog Gethome!

