KPR in House Adalah: Skema, Kelebihan, dan Kekurangannya

Pengertian KPR in House, Skema, Kelebihan, dan Kekurangannya

Rumah adalah salah satu kebutuhan primer bagi banyak orang. Harga rumah yang cukup mahal, terutama di perkotaan, membuat banyak pengembang properti akhirnya memiliki program KPR in house bagi pihak yang ingin punya rumah.

Pada artikel ini, Homers akan mengetahui seluk beluk mengenai program Kredit Pemilikan Rumah in house ini mulai dari pengertian, skema, kelebihan, dan kekurangannya. Tanpa berlama-lama, mari kita simak! 

Apa Itu KPR in House?

KPR in house adalah suatu sistem pembiayaan rumah dari pengembang properti kepada pihak yang ingin membeli rumah. Istilah in house sendiri mengacu pada penawaran yang ditawarkan langsung oleh pengembang properti, bukan dari pihak bank.

Pada program pembiayaan properti ini, pengembang akan menawarkan sistem pembayaran yang sesuai dengan persyaratan dan kebijakan internal pembayaran mereka. Jadi, beda pengembang perusahaan, kebijakan KPRnya bisa berbeda pula.

Program KPR dari pengembang ini biasanya menawarkan opsi tambahan pada calon pembeli rumah yang merasa kesulitan untuk memenuhi semua persyaratan dari bank maupun lembaga keuangan lainnya.

Skema Pembayaran KPR in House

Skema pembayaran yang berlaku pada pembayaran KPR in house adalah melalui metode angsuran. Selain itu, proses pembayaran juga berlangsung lebih cepat karena pihak yang terlibat hanyalah pengembang properti dan calon pembeli saja.

Pihak pengembang properti biasanya menawarkan masa angsuran yang beragam tergantung siapa pengembangnya. Angsurannya mulai dari 12, 36, hingga 50 kali pembayaran.

Kelebihan KPR in House

Banyak orang akhirnya memutuskan untuk beli rumah dengan metode ini karena beberapa alasan. Kelebihan KPR in house adalah sebagai berikut.

1. Tidak Ada Uang Muka

Beda halnya dengan metode KPR konvensional, keuntungan pertama yaitu tidak adanya uang muka atau DP. Tentu hal ini akan meringankan beban Homers saat hendak membeli rumah di awal.

Namun, sebagai gantinya, Homers harus memberikan uang yang disebut booking fee. Uang ini berupa tanda komitmen dalam membeli rumah dan melakukan pembayaran ke depannya. Booking fee ini bervariasi, bisa mengangsur mulai dari 10 hingga 20 kali bayar.

2. Tidak Ada Bunga

Kelebihan dari sistem KPR in house berikutnya adalah tidak adanya beban bunga. Tidak adanya beban bunga ini membuat Homers tidak perlu menyiapkan biaya tambahan tiap kali mencicil rumah.

3. Tidak Ada Biaya Pengajuan

Saat Homers membeli rumah dengan metode KPR konvensional, Homers akan dikenakan beberapa biaya seperti biaya administrasi, akad kredit, appraisal, dan provisi.

Hal ini tidak akan Homers temukan pada sistem pembayaran ini karena memang tidak melibatkan pihak bank.

4. Proses Pengajuan Lebih Praktis

Keuntungan terakhir dari sistem pembayaran ini adalah proses pengajuannya lebih praktis, cepat, dan mudah. Berkas pengajuan yang Homers harus kumpulkan juga lebih sedikit dan tidak memerlukan melewati proses BI Checking.

Kekurangan KPR in House

Berikut adalah kekurangan dari metode pembayaran ini, antara lain seperti:

1. Perlu Dana Besar

Kekurangan pertama dari metode ini adalah perlunya dana besar di awal. Memang, tidak adanya bunga cukup meringankan beban pengeluaran. Tapi, beban per cicilannya bisa lebih besar. Hal tersebut terjadi karena metode ini menawarkan masa tenor yang lebih singkat.

2. Risiko Penipuan

Risiko kedua adalah metode ini cukup rawan terhadap penipuan dari developer. Jumlah developer yang kredibel dan legal memang banyak. Namun, Homers tidak boleh menutup mata jika ada juga developer yang tidak bertanggungjawab.

Satu hal yang Homers harus ingat, KPR in house adalah sistem yang tidak diatur oleh lembaga keuangan. Jadi, Homers harus benar-benar teliti untuk memilih developer.

Akan tetapi, kini Homers nggak perlu khawatir karena Gethome bisa jadi solusi bagi Homers yang mau beli rumah secara aman.

Sebab, Gethome telah dinobatkan sebagai “Best Town House Development Grater Jakarta” oleh Property Guru dan menjadi “Developer Unggulan Bank Syariah Indonesia TBK”.

3. Durasi Tenor Lebih Singkat

Masa tenor yang lebih singkat ini bisa jadi kelebihan sekaligus kekurangan dari metode pembayaran ini. Biasanya, KPR konvensional punya masa tenor 5 hingga 30 tahun, sedangkan metode ini punya masa tenor maksimal 5 tahun.

Masa tenor yang lebih singkat ini akan meringankan beban hutang KPR Homers lebih cepat. Namun, masa tenor yang lebih singkat ini membuat Homers harus menyiapkan uang lebih banyak tiap kali membayar cicilan.

Sudah Siap Punya Rumah Idaman?

Rumah adalah kebutuhan primer bagi semua orang. Metode KPR in house adalah solusi bagi Homers yang ingin punya rumah idaman. Metode pembayaran ini hanya melibatkan pihak developer dengan Homers sebagai calon pembeli. Hal ini membuat metode KPR in house lebih praktis dan mudah.

Namun, ada beberapa hal yang Homers juga perhatikan saat memutuskan untuk memilih metode ini saat membeli rumah. Pastikan developer yang Homers pilih sudah kredibel dan legal agar terhindar dari penipuan. Jadi, Homers sudah siap untuk punya rumah idaman?

Kalau Homers ingin memiliki rumah idaman sesuai keinginan dengan budget 600 jutaan, mending percayakan Gethome!

Baca Selengkapnya: Ini Proses dan Syarat KPR Rumah Second Agar Kredit Lancar

Pengertian KPR in House, Skema, Kelebihan, dan Kekurangannya
Next Post

No more post

You May Also Like