Developer Kecil Vs Developer Besar, Inilah 10 Perbadaanya

10 Perbedaan Developer Perumahan Besar dan Kecil

Developer adalah pelaku usaha yang membangun perumahan. Jenis developer terbagi menjadi dua, yaitu developer besar dan developer kecil. Developer besar adalah developer yang mengembangkan proyek-proyek perumahan yang terdiri dari beberapa cluster dengan luas proyek mencapai puluhan hektar. 

Sedangkan, developer kecil membangun perumahan berupa cluster-cluster dengan luas proyek umumnya dibawah satu hektar atau lebih sedikit. Selain itu, ternyata ada beberapa perbedaan lainnya yang wajib Anda ketahui. Berikut 10 perbedaan developer besar dan developer kecil.

Perbedaan Developer Besar dan Developer Kecil

1. Bentuk Perusahaan

Developer besar umumnya berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dari segi lembaganya. Adapun developer kecil biasanya bentuknya pribadi walaupun beberapa sudah ada yang berbentuk PT.

2. Eksistensi

Nama developer besar tentu sudah dikenal luas oleh masyarakat sehingga portofolionya mudah untuk dilihat. Sedangkan, untuk developer kecil namanya belum dikenal luas oleh publik tapi biasanya developer kecil sudah terkenal di wilayah atau kota area pengambangan proyeknya.

3. Fasilitas

taman bermain anak developer kecil

Developer besar menawarkan fasilitas yang ada di dalam cluster dan fasilitas lainnya yang berada di dalam satu kawasan berupa kantor, sekolah, rumah sakit, mall, pusat kebugaran, dan lain sebagainya. Untuk developer kecil, umumnya hanya terdapat fasilitas di dalam cluster saja seperti gate, taman, jalan, taman bermain anak, dan lainnya. 

4. Legalitas Proyek

Melihat dari sisi legalitas, developer besar membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pecah Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) karena wilayah proyeknya yang sangat luas. Jadi, transaksi di developer besar menggunakan mekanisme Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Tapi hal itu tidak akan terjadi pada developer kecil yang membutuhkan waktu lebih cepat jadi transaksi bisa langsung ke Akta Jual Beli(AJB) bukan PPJB.

5. Lokasi

Developer besar umumnya memang berada di lokasi yang sangat strategis biasanya dekat dengan pintu tol. Nah, developer-developer kecil berada di dua lokasi, yaitu pengembangan di wilayah sekitar developer besar dan berada di lokasi yang cukup ramai penduduk.

6. Kualitas Rumah

Kualitas Rumah Developer Kecil

Secara umum, developer besar sudah memiliki standar tertentu sehingga bisa dilihat sendiri kualitasnya dari proyek yang sudah dikerjakan sebelumnya. Sedangkan untuk developer kecil kualitasnya masih ada yang kurang baik tapi ada juga yang udah bagus. Jadi, sebaiknya teliti dalam melihat spesifikasi dan rumah contohnya. 

7. Proses Serah Terima

Developer besar membutuhkan proses yang cukup lama minimal 24 bulan dari awal transaksi. Sedangkan untuk developer kecil prosesnya hanya mengikuti pembangunannya saja dengan waktu yang relatif lebih singkat sekitar 6-12 bulan.

8. Harga

Harga rumah di developer besar tentunya lebih mahal dibandingkan dengan developer kecil yang memiliki harga lebih murah. Developer kecil biasanya menawarkan harga maksimal mulai 50-70% dari harga developer besar yang berada di lokasi dan spesifikasi bangunan yang sama. 

Baca Juga : 4 Jenis Pembiayaan Rumah Subsidi oleh Pemerintah

9. Negosiasi Harga

negosiasi harga developer kecil

Sangat sulit untuk melakukan negosiasi harga pada developer besar. Hal ini berbeda dengan developer kecil yang masih bisa untuk negosiasi harga karena pada dasarnya developer besar tidak menjual unit dengan cepat. Sedangkan, developer kecil butuh untuk menjual unitnya dengan cepat sehingga nantinya dana yang masuk akan digunakan untuk membangun proyek kembali. 

10. Biaya-Biaya

Developer besar biasanya memberikan penawaran harga yang belum termasuk biaya-biaya lainnya seperti biaya akad, notaris, AJB, SHM, IMB, dll. Sedangkan untuk beberapa developer kecil banyak memberikan promo gratis biaya-biaya pajak all-in yang sudah termasuk ke dalam harga rumah. 

Nah, itulah 10 perbedaan antara developer besar dengan developer kecil. Masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihannya tergantung dari preferensi setiap orang. Jika Anda memiliki budget yang banyak dan gak mau ribet, Anda bisa memilih ke developer besar. Tapi, kalau mau harga miring, bisa pilih ke developer kecil dengan memperhatikan legalitas dan kualitas rumahnya.

You May Also Like